Marilah Berbagi Hari Ini

Tempat Berbagi Artikel, Tips dan Info Lainnya

 
Cari Disini
Pesan Sponsor

Sale text links on your site

Ruang Banner


Masukkan Code ini K1-YYB3BE-9
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
Cuap-Cuap

Free shoutbox @ ShoutMix
Cool Stuff
Asal Anda
My Data
Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory
eXTReMe Tracker
Sinetron Oh Sinetron
Rabu, 20 Februari 2008

Tulisan ini adalah ungkapan keprihatinan blogger kacangan macam saya ini setelah mengingat, menimbang dan lalu memutuskan bahwa sinetron-sinetron di Indonesia tidak bermutu (lho sinetron khan emang cuma ada di Indonesia, klo di Amerika Latin sih namanya Telenovela :D).

Saya termasuk orang yang jarang menonton televisi (ngapain juga nonton televisi? Sampai bosen juga tu televisi tetap segitu-segitu aja). Eh maksud saya, saya jarang menonton acara di televisi. Kebanyakan sinetron yang sempat saya tonton menceritakan hal yang itu-itu saja (walaupun tidak semua). Saya sungguh muak dengan sinetron yang bercerita tentang uang, harta, kekayaan, dan bagaimana cara untuk menguasai harta seseorang dengan menghalalkan segala cara.

Cerita tentang siswa SD sudah pacar-pacaran, iri dan dengki dengan orang lain. Pakaian siswa sekolah yang saya rasa tidak pantas untuk disebut seragam sekolah dengan bahan yang serba kekurangan untuk yang cewek dan dengan dandanan yang lebih cocok untuk gaul daripada untuk dipakai ke sekolah.

Apakah sinetron-sinetron kita ini mencerminkan keadaan yang sedang terjadi di tengah masyarakat kita ataukah sebaliknya masyarakat kita yang meniru-niru sinetron. Baik dalam gaya berpakaian maupun bertingkah laku?

Entah yang mana menjadi penyebab dari yang lain, yang pasti hal tersebut sudah membawa dampak yang buruk pada masyarakat kita dengan kebiasaan menirunya. Kenapa produser atau sutradara atau siapapun yang bertanggung jawab dengan dunia perfilman/persinetronan di Indonesia harus menghasilkan karya-karya murahan seperti itu? Apakah hanya demi mengejar keuntungan semata? Kapan perfilman bangsa kita bisa maju jika hanya menghasilkan karya-karya tidak bermutu seperti itu?

Label:

posted by Gusna @ Rabu, Februari 20, 2008  
2 Comments:
  • At 24 Februari 2008 23.47, Anonymous Alim Mahdi said…

    Memang kita patut prihatin... saya denger kabar, katanya mendingan lembaga sensor dihapus saja, woich,.. gimana jadinya ya...

     
  • At 5 Maret 2008 10.58, Anonymous balidreamhome said…

    Kali aja yang salah dengan para produser dan rumah produksi yang ada adalah 'mind set' mereka dan saya rasa bangsa ini kayaknya sudah 'lebih bule dari pada bule itu sendiri' jadi jangan heran kalau dijalan- jalan banyak sekali BUCERI (Bule Ngecat Sendiri) he he...memang ruwet bro...

     

Posting Komentar

<< Home
 
It's Me

Name: Gusna
Home: Denpasar, Indonesia
About Me: Selamat datang di blog milik gusna, blog ini berisi kumpulan artikel dan tips-tips yang mungkin berguna dalam kehidupan sehari-hari, yang saya rangkum dari berbagai sumber. Terima kasih sudah berkunjung, dan jangan lupa untuk meninggalkan komentar anda tentang tulisan saya.
See my complete profile
Gusna Post
Gusna's File
Join My Comunity
Cool Site
Tukaran Links Yuuksss
Cakrawala Gusna
My Friend's Link
balivetman weblogs
  • Weightloss Vitamin
  • Care During Pregnancy
  • Canon Camera Stores
  • Men Clothing Stores
  • Simple Health Tips
  • Cheap Car Electronics and GPS Stores
  • © Marilah Berbagi Hari Ini Template by Isnaini Dot Com